Sejarah Indonesia
Stasiun Jember
Stasiun Jember (kode: JR, +89 m) adalah stasiun kereta api besar yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma 5, Jemberlor, Patrang, Jember, Jawa Timur. Stasiun ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daop) IX Jember. Stasiun ini berlokasi tidak jauh dari alun-alun kota Jember.Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki 8 jalur dan 1 jalur yang terhubung langsung dengan Dipo Lokomotif Jember yang terletak di sebelah utara stasiun ini. Jalur 1 digunakan untuk langsiran kereta api; jalur 2 (sepur lurus) dan 3 untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api; serta jalur 3-8 untuk parkir ataupun langsiran kereta api dan lokomotif dari dan ke dipo lokomotif tersebut.
Di antara stasiun ini dan Stasiun Mangli, terdapat Stasiun Kaliwates yang kini sudah tidak aktif karena lokasinya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jember. Bangunan Stasiun Kaliwates tersebut kini sudah hampir tidak ada bekasnya lagi.
Stasiun Jember (kode: JR, +89 m) adalah stasiun kereta api besar yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma 5, Jemberlor, Patrang, Jember, Jawa Timur. Stasiun ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daop) IX Jember. Stasiun ini berlokasi tidak jauh dari alun-alun kota Jember.
Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki 8 jalur dan 1 jalur yang terhubung langsung dengan Dipo Lokomotif Jember yang terletak di sebelah utara stasiun ini. Jalur 1 digunakan untuk langsiran kereta api; jalur 2 (sepur lurus) dan 3 untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api; serta jalur 3-8 untuk parkir ataupun langsiran kereta api dan lokomotif dari dan ke dipo lokomotif tersebut.
Di antara stasiun ini dan Stasiun Mangli, terdapat Stasiun Kaliwates yang kini sudah tidak aktif karena lokasinya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jember. Bangunan Stasiun Kaliwates tersebut kini sudah hampir tidak ada bekasnya lagi.
Daftar isi
Detail dan sejarah
Jalur kereta api di Jember dan sekitarnya itu sendiri dibuka oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) pada tahun 1897, dulunya terutama untuk kebutuhan pengangkutan komoditas hasil perkebunan, khususnya gula, tembakau dan karet di sekitar Jember ke Pelabuhan Panarukan yang akan diteruskan ke Rotterdam, Belanda.Bangunan stasiun yang berdiri saat ini merupakan bangunan yang relatif baru sebagai hasil perbaikan atau renovasi yang dilakukan oleh PT KAI sekitar tahun 2007-2008. Meskipun demikian, bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk aslinya yang dibangun pada awal abad ke-20, yaitu terdiri dari sebuah masa bangunan tunggal sederhana yang memanjang dengan peletakan ruang-ruang secara linier yang sejajar dengan rel sehingga disebut sebagai stasiun satu sisi.
Dua sisi tampilan kontras, baik pada bentuk, bahan bangunan, maupun warna, dengan fungsi bangunan yang sama sebagai peron (tempat penumpang menunggu kereta).
Emplasemen stasiun ini terdiri dari dua peron dan dua jalur sepur, di mana antara jalur dipisahkan oleh peron tambahan yang juga diberi kanopi baru. Terdapat perbedaan karakter peron yang cukup menonjol pada stasiun ini di mana peron pertama yang menjadi bagian dari bangunan utama atapnya berbentuk pelana menggunakan struktur pendukung berupa kolom kayu dengan bentuk konstruksi konsol seperti payung, sedangkan peron kedua yang terpisah berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.
Bahan bangunan diekspos dalam bentuk modern, memperlihatkan kekuatan baja praktis untuk menopang atap yang lebar sesuai kebutuhan ruang terutama dalam hal mengantisipasi iklim. Perbedaan itu diperkuat dengan penggunaan warna yang berbeda, yaitu putih dan abu-abu pada emplasemen bangunan utama, sedangkan peron tambahan menggunakan warna asli dan kolom yang dicat dengan warna oranye kontras serta lantai yang lebih tinggi.
Stasiun Jember (kode: JR, +89 m) adalah stasiun kereta api besar yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma 5, Jemberlor, Patrang, Jember, Jawa Timur. Stasiun ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daop) IX Jember. Stasiun ini berlokasi tidak jauh dari alun-alun kota Jember.
Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki 8 jalur dan 1 jalur yang terhubung langsung dengan Dipo Lokomotif Jember yang terletak di sebelah utara stasiun ini. Jalur 1 digunakan untuk langsiran kereta api; jalur 2 (sepur lurus) dan 3 untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api; serta jalur 3-8 untuk parkir ataupun langsiran kereta api dan lokomotif dari dan ke dipo lokomotif tersebut.
Di antara stasiun ini dan Stasiun Mangli, terdapat Stasiun Kaliwates yang kini sudah tidak aktif karena lokasinya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jember. Bangunan Stasiun Kaliwates tersebut kini sudah hampir tidak ada bekasnya lagi.
Daftar isi
Detail dan sejarah
Jalur kereta api di Jember dan sekitarnya itu sendiri dibuka oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) pada tahun 1897, dulunya terutama untuk kebutuhan pengangkutan komoditas hasil perkebunan, khususnya gula, tembakau dan karet di sekitar Jember ke Pelabuhan Panarukan yang akan diteruskan ke Rotterdam, Belanda.Bangunan stasiun yang berdiri saat ini merupakan bangunan yang relatif baru sebagai hasil perbaikan atau renovasi yang dilakukan oleh PT KAI sekitar tahun 2007-2008. Meskipun demikian, bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk aslinya yang dibangun pada awal abad ke-20, yaitu terdiri dari sebuah masa bangunan tunggal sederhana yang memanjang dengan peletakan ruang-ruang secara linier yang sejajar dengan rel sehingga disebut sebagai stasiun satu sisi.
Dua sisi tampilan kontras, baik pada bentuk, bahan bangunan, maupun warna, dengan fungsi bangunan yang sama sebagai peron (tempat penumpang menunggu kereta).
Emplasemen stasiun ini terdiri dari dua peron dan dua jalur sepur, di mana antara jalur dipisahkan oleh peron tambahan yang juga diberi kanopi baru. Terdapat perbedaan karakter peron yang cukup menonjol pada stasiun ini di mana peron pertama yang menjadi bagian dari bangunan utama atapnya berbentuk pelana menggunakan struktur pendukung berupa kolom kayu dengan bentuk konstruksi konsol seperti payung, sedangkan peron kedua yang terpisah berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.
Bahan bangunan diekspos dalam bentuk modern, memperlihatkan kekuatan baja praktis untuk menopang atap yang lebar sesuai kebutuhan ruang terutama dalam hal mengantisipasi iklim. Perbedaan itu diperkuat dengan penggunaan warna yang berbeda, yaitu putih dan abu-abu pada emplasemen bangunan utama, sedangkan peron tambahan menggunakan warna asli dan kolom yang dicat dengan warna oranye kontras serta lantai yang lebih tinggi.
Sejarah
Jalur kereta api di Jember dan sekitarnya itu sendiri dibuka oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) pada tahun 1897, dulunya terutama untuk kebutuhan pengangkutan komoditas hasil perkebunan, khususnya gula, tembakau dan karet di sekitar Jember ke Pelabuhan Panarukan yang akan diteruskan ke Rotterdam, Belanda.
Bangunan stasiun yang berdiri saat ini merupakan bangunan yang relatif baru sebagai hasil perbaikan atau renovasi yang dilakukan oleh PT KAI sekitar tahun 2007-2008. Meskipun demikian, bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk aslinya yang dibangun pada awal abad ke-20, yaitu terdiri dari sebuah masa bangunan tunggal sederhana yang memanjang dengan peletakan ruang-ruang secara linier yang sejajar dengan rel sehingga disebut sebagai stasiun satu sisi.
Dua sisi tampilan kontras, baik pada bentuk, bahan bangunan, maupun warna, dengan fungsi bangunan yang sama sebagai peron (tempat penumpang menunggu kereta).
Emplasemen stasiun ini terdiri dari dua peron dan dua jalur sepur, di mana antara jalur dipisahkan oleh peron tambahan yang juga diberi kanopi baru. Terdapat perbedaan karakter peron yang cukup menonjol pada stasiun ini di mana peron pertama yang menjadi bagian dari bangunan utama atapnya berbentuk pelana menggunakan struktur pendukung berupa kolom kayu dengan bentuk konstruksi konsol seperti payung, sedangkan peron kedua yang terpisah berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.
Bahan bangunan diekspos dalam bentuk modern, memperlihatkan kekuatan baja praktis untuk menopang atap yang lebar sesuai kebutuhan ruang terutama dalam hal mengantisipasi iklim. Perbedaan itu diperkuat dengan penggunaan warna yang berbeda, yaitu putih dan abu-abu pada emplasemen bangunan utama, sedangkan peron tambahan menggunakan warna asli dan kolom yang dicat dengan warna oranye kontras serta lantai yang lebih tinggi.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jember


Komentar
Posting Komentar